Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh dan Sejarah Animisme

Pengertian Animisme adalah kepercayaan terhadap roh atau arwah yang terdapat disuatu benda hidup atau mati sebagai sarana pemujaan yang awal mulanya kepercayaan ini telah muncul pada kehidupan manusia prasejarah. Menurut etimologi animisme berasal dari bahasa Latin yaitu "anima" artiya roh atau jiwa. Semua benda di bumi, baik hidup atau mati memiliki roh didalamnya. Seperti contohnya batu besar dipercayai bahwa didalam batu tersebut terdapat memiliki roh yang dijadikan sebagai tempat pemujaan.

Selain dapat menempati benda mati, roh arwah nenek moyang dapat menempati terhadap benda hidup seperti pohon ataupun hewan. Kepercayaan tentang pemujaan terhadap benda hidup atau tak hidup, berfungsi sebagai simbol untuk terhindar dari gangguan roh-roh jahat.

Animisme

Sejarah Kepercayaan Animisme

Awal mula kemunculan kepercayaan animisme berasal dari manusia purba homo sapiens. Homo sapiens adalah jenis manusia purba paling modern dari semua genus homo. Sebuah kepercayaan terhadap sesuatu berasal dari keterkaitan dengan sosial antar sesama. Homo sapiens memiliki pola hidup berkelompok.
    Fungi keyakinan animisme menurut masyarakat prasejarah adalah;
  1. membawa pesan antara dunia manusia dan dunia roh.
  2. Obat penyakit atau penyakit dengan memperbaiki jiwa.
  3. Mengurangi trauma yang mempengaruhi jiwa atau roh untuk mengembalikan tubuh fisik individu untuk seimbang dan keutuhan.
  4. Dimensi supranatural dapat memperoleh solusi bagi masalah yang menimpa komunitas.

Animisme digunakan dalam sistem kepercayaan yang berbeda dan terorganisir. Meskipun masing-masing kebudayaan memiliki mitologi dan ritual yang berbeda dengan mengaitkan segala bentuk kehidupan.

Kepercayaan animisme bersama dengan dinamisme dan totemisme berkembang dari zaman primitif hingga turun temurun. Hal ini berkaitan dengan upacara penghormatan terhadap roh-roh nenek moyang dan penguburan dengan pemberian sesajen.

Lahirnya kepercayaan animisme yang mempercayai roh-roh karena adanya pola pikir masyarakat yang masih sangat sederhana. Mereka berpikir bahwa kekuatan dari roh mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kepada pemujanya.

Pada pola kehidupan zaman manusia purba tentang adanya sebuah kepercayaan, maka pada waktu tersubut sudah mempunyai sistem aturan atau norma. Adanya kepercayaan ini berfungsi sebagai mengatur agar manusia untuk berbuat kebajikan dan terdapat hukum alam.

Memudarnya kepercayaan animisme pada saat munculnya agama baru dan berkembangnya ilmu pengetahuan.

    Adapun ciri-ciri animisme antara lain;
  • Kepercayaan tentang roh nenek moyang.
  • Memiliki kekuatan gaib yang bersifat aktif, artinya bahwa percaya bahwa roh dapat melindungi ke pemuja.
  • Kepercayaan yang berasal dari manusia primitif (awal mulanya dari manusia purba homo sapiens).
  • Adanya pemberian sesajen ataupun tumbal.

    Contoh kepercayaan animisme antara lain;
  1. Memberi sesaji kepada pohon ataupun batu besar, bahwa melalui benda tersebut dapat melindungi masyakarat.
  2. Memuja roh dewa pertanian agar panen padi melimpah.
  3. Tradisi memanggil hujan.
  4. Memberi sesaji ke laut selatan, bahwa disamudera terdapat roh yang dihormati.

Teori Animisme

Animisme dibagi menjadi dua golongan menurut teori para ahli pakar, yaitu animisme kuno dan modern.

1. Animisme Kuno (Primitif)
Pengembangan animisme dari segi antropologis dikemukakan oleh Edward Tylor dalam bukunya Primitive Culture pada tahun 1871. Isi buku tersebut tentang pengertian roh dan makhluk spiritual lainnya secara umum.

Menurut Tylor, animisme mencangkup semua kehidupan dan kehendak alam, kepercayaan atau keyakinan mengenai benda alam yang memiliki roh. Animisme pada dasarnya adalah kepercayaan yang muncul dari mimpi dan visi manusia purba dengan sistem yang rasional. Dia mengadopsi istilah "animisme" dari tulisan ilmuwan Jerman Georg Ernst Stahl, pada tahun 1708, telah mengembangkan istilah animisme sebagai teori biologis bahwa jiwa membentuk prinsip vital, fenomena kehidupan dan fenomena abnormal penyakit dapat ditelusuri dari aspek spiritual.

Konsep animisme merupakan cikal bakal dari sumber kepercayaan manusia terhadap segala sesuatu. Seiring waktu keyakinan manusia berkembang dan muncul agama baru.

2. Animisme Modern (Baru)
Banyak ahli antropologi berhenti menggunakan istilah "animisme", menganggapnya terlalu dekat dengan teori antropologis awal dan polemik agama. Namun, istilah ini juga dikaitkan oleh kelompok-kelompok yaitu masyarakat adat. Penggambaran kepercayaan mereka sendiri, dan yang dalam beberapa kasus secara aktif diidentifikasi sebagai "penganut animisme".

Oleh karena itu, buku ini diadopsi ulang oleh berbagai pakar, namun mereka mulai menggunakan istilah ini dengan cara yang berbeda, dengan mengetahui bagaimana berperilaku terhadap orang lain atau beberapa di antaranya bukan manusia.

Konsep animisme dicirikan oleh subjek-subjek seperti ilmu metafisika. Penganut animisme dapat menciptakan hubungan pribadi dengan unsur-unsur yang disebut dunia objektif (hewan peliharaan, boneka, mobil dan lain-lain)

Menurut Nick Herbert berpendapat bahwa "animisme kuantum" di mana pikiran menembus dunia di setiap tingkatan.

Karena segala sesuatu di dunia pada tingkat tertentu adalah sistem kuantum, asumsi ini mengharuskan segala sesuatu dapat mencapai tingkatan. Jika dapat meraih energi alam, maka ada banyak sekali pengalaman batin yang tak terlihat yang terjadi di sekitar kita yang saat ini tidak dapat diakses oleh manusia, karena kehidupan batin kita sendiri terkurung di dalam sistem kuantum kecil, terisolasi jauh di dalam diri.
M.Nurul Huda Ngelmu iku kalakone kanthi laku (ilmu itu bisa dipahami harus dengan berbagai cara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel