Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Nekara

Pengertian Nekara adalah benda bunyi-bunyian seperti gendang peninggalan zaman perunggu pada bagian atas memiliki selaput suara tertutup (bidang pukul) yang terbuat dari bahan perunggu. Nekara termasuk benda peninggalan kebudayaan Dongson yang sejarahnya berasal dari Vietnam. Pada zamannya nekara atau dongson drum adalah benda yang dianggap suci oleh masyarakatnya.

Nekara perunggu adalah salah satu bukti dari peninggalan kebudayaan dongson yang sangat erat kaitannya dengan penggunaan logam perunggu. Pembuatan nekara bertujuan sebagai alat tabuh untuk upacara keagamaan, sebagai genderang perang membakar semangat prajurit, sebagai kalender musiman masyarakat lokal (karena terdapat ukiran penunjuk pada tanda panah). Nekara memiliki bentuk bermacam-macam pola seperti bentuk geometris, hewan, kisah kehidupan, gambaran perang dan kapal. Akan tetapi nekara dapat dipergunakan sebagai benda pusaka dan sebagai alat tukar (barter).

Pengaruh dari kebudayaan nekara tersebar di Indonesia dari berbagai wilayah. Nekara pada umumnya memiliki bentuk yang simetris, yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu;
  1. bagian selaput suara atau bidang pukul (atas)
  2. bagian badan (tengah)
  3. bagian kaki (bawah)

Setiap daerah atau wilayah mempunyai fungsi nekara berbeda-beda, pada setiap daerah atau wilayah memiliki cerita kehidupan masing-masing. Pada umumnya nekara digunakan sebagai alat bunyi-bunyian dalam upacara sakral, upacara pernikahan, dan pemakaman.

Umumnya nekara digunakan sebagai alat musik di dalam upacara atau festival yang bersifat sakral, misalnya dalam upacara pemanggil hujan, untuk perayaan atau upacara panen, untuk mendukung upacara pernikahan dan upacara pemakaman.

Nekara Tipe Heger 1
Contoh gambar nekara tipe heger 1 dengan 4 hiasan katak

Macam-macam dan ciri-ciri Nekara antara lain;

    Tipe Heger 1, adapun ciri-ciri tipe ini yaitu;
  • Mempunyai lebar pada selaput suara atas yang panjang dibandingkan dengan tinggi nekara.
  • Memiliki patung katak kecil berjumlah 4 buah.
  • Memiliki hiasan pola yang dominan berbentuk geometris.

    Tipe Heger 2, adapun ciri-ciri tipe ini yaitu;
  • Memiliki bentuk yang ramping.
  • Mempunyai 6 buah patung katak pada pinggir selaput suara atas.
  • Tingkat kehalusan lebih tinggi dibandingkan dengan tipe heger pertama.

    Tipe Heger 3, adapun ciri-ciri tipe ini yaitu;
  • Mempunyai ukuran bentuk sedang.
  • Memiliki 8 buah patung katak.
  • Disebut juga dengan tipe karen (Karena banyak didapatkan dalam suku Karen di Birma).

    Tipe Heger 4, adapun ciri-ciri tipe ini yaitu;
  • Tidak memiliki patung katak.
  • Tidak mempunyai pinggang (bagian badan).
  • Disebut juga dengan tipe Tiongkok.

    Nekara Tipe Pejeng, tipe nekara ini berasal dari desa Pejeng di kabupaten Gianyar (Bali). Nekara pejeng disebut juga sebagai "Nekara Bulan Pejeng". Adapun ciri-ciri dari nekara pejeng antara lain;
  • Mempunyai bentuk yang ramping.
  • Memiliki selaput suara atas (bidang pukul) yang mencembung ke luar.
  • Pada bagian atas melebar hingga melewati bagian badan.
  • Mempunyai 4 bagian bagian pegangan yang simetris.
  • Mempunyai pola hiasan pada bagian bidang pukul yang berbentuk lingkaran memusat melingkari sebuah bintang di bagian tengah.

Nekara Tipe Pejeng
Contoh gambar nekara tipe pejeng atau disebut juga dengan nekara bulan pejeng di desa Pejeng, Kabupaten Gianyar (Bali)

Penemuan nekara di Indonesia paling banyak ditemukan adalah tipe Heger 1 yang tersebar dari Indonesia bagian barat hingga timur. Salah satu penemuan peninggalan dari kebudayaan dong-son ini, tipe Heger 1 yang berukuran besar, mempunyai hiasan dan ukiran katak di bidang pukul adalah nekara yang pernah ditemukan di Pulau Sangean, barat Sumbawa. Nekara ini disebut juga dengan nekara sangean atau makalamau.

Adanya keberadaan nekara di Indonesia merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat prasejarah terdapat berkontak sosial dengan bangsa-bangsa di daratan Asia Tenggara, khususnya pada bidang perdagangan sederhana. Kebudayaan Dong-Son dari Vietnam memegang peranan penting dalam perkembangan kebudayaan di zaman perunggu Asia Tenggara. Indonesia memiliki akulturasi kebudayaan dongson di Alor yang menghasilkan bentuk turunan Nekara yaitu moko.

Fungsi Nekara antara lain;
  1. Sebagai alat tabuh dalam upacara.
  2. Sebagai genderang perang.
  3. Sebagai ritual memanggil hujan.
  4. Mengiringi ritual kematian.
  5. Sebagai alat tukar (barter).

Nekara adalah benda yang dianggap suci oleh masyarakatnya. Menurut para pakar, nekara yang pada bagian atas mempunyai hiasan katak melambangkan sebagai kaum pria, sedangkan yang tidak memiliki hiasan katak dan berukuran lebih kecil adalah lambang kaum wanita.
hfzo ilmu itu bisa dipahami harus dengan berbagai cara

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel