Pengertian, Ciri-Ciri dan Peninggalan Zaman Perunggu di Indonesia

Pengertian Zaman Perunggu merupakan peradaban dengan menggunakan teknik meleburkan tembaga dan logam lainnya dari hasil bumi untuk menjadi perunggu. Zaman perunggu terjadi setelah zaman batu dan sebelum zaman besi, yaitu termasuk kedalam golongan pembagian sistem zaman prasejarah di Indonesia. Zaman perunggu termasuk kedalam zaman logam, yang pada umumnya masyarakat memanfaatkan alat-alat dari berupa bahan baku perunggu.

Manusia telah menemukan tentang cara penggunaan bahan logam sekitar 8000 tahun yang lalu, dari bahan baku tembaga dengan emas. Waktu demi waktu manusia telah mampu mengolah dengan pencairan yang telah dipanaskan, ditempa, dan dibentuk menggunakan cetakan.

Pada awalnya penemuan perunggu oleh manusia dengan tidak sengaja dari pencampuran tembaga dan timah. Logam ini berfungsi sebagai alat perkakas ataupun senjata.

    Adapun ciri-ciri pada zaman perunggu antara lain;
  • Zaman perunggu terjadi pada zaman neolitikum.
  • Zaman perunggu terjadi diantara zaman batu dan zaman besi.
  • Masyarakat telah mampu melebur dan penempaan perunggu yang digunakan untuk alat-alat perkakas dan senjata.
  • Telah tinggal menetap.
  • Mengenal status kekayaan.
  • Mengenal sistem pembagian kerja.

Sejarah Zaman Perunggu di Indonesia


Pada awalnya penemuan bahan baku perunggu ditemukan pertama kali secara tidak sengaja pada pencampuran antara timah dengan tembaga. Perunggu memiliki tingkat kekerasan dan tahan lama. Zaman perunggu muncul pada saat penduduk desa telah umum dipakai. Pertama kali dimulai pada peradaban Sumeria di Mesopotamia.

Sumeria adalah suatu tempat yang subur terletak di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Sistem irigasi dalam pengairan telah muncul disini, petani menggali parit dari kanal berguna untuk mengontrol debit air dan mengairi tanah pertanian. Petani dapat mendapatkan panen lebih dan terkadang sampai dua kali dalam setahun selama mempergunakan sistem irigasi.

Sedangkan kebudayaan perunggu di Indonesia pertama kali muncul sekitar 500 SM. Faktor yang mempengaruhu kebudayaan perunggu di nusantara oleh kebudayaan Dongson. Kebudayaan dongson berasal dari negara Vietnam yang peradabannya berpusat di Lembah Song Hong. Secara keseluruhan kebudayaan dongson merupakan hasil karya dari bangsa Austronesia yang tinggal di pesisir Annam pada abad ke-5 hingga abad ke-2 SM.

Penamaan kebudayaan dongson di ambil dari nama suatu situs Dongson di Tanh hoa. Zaman perunggu mulai tersebar di Indonesia, dari banyaknya penemuan perkakas perunggu di berbagai daerah meliputi;
  • Gunung Kidul (Yogyakarta)
  • Bogor (Jawa Barat)
  • Besuki dan Punung (Jawa Timur).

Zaman Perunggu
Contoh gambar benda peninggalan zaman perunggu

Peninggalan Kebudayaan Zaman Perunggu di Indonesia antara lain;
  1. Nekara
  2. Bejana Perunggu
  3. Arca Perunggu
  4. Perhiasan
  5. Moko
  6. Candrasa
  7. Kapak corong.

Berikut adalah penjelasan mengenai peninggalan zaman perunggu:
Nekara adalah ciri khas dari peninggalan perunggu yang memilki bentuk seperti genderang (seperti dandang bertelungkup), berpinggang di bagian tengahnya, dan bagian atasnya tertutup. Pada tempo dulu alat ini merupakan alat yang suci dari kepercayaan masyarakat. Fungsi nekara di Indonesia digunakan untuk sarana upacara adat, menabuh nekara dipercaya untuk memanggil arwah-arwah nenek moyang, bagian dari upacara religi dan sebagai sarana pemanggil hujan. Benda peninggalan zaman perunggu ini memiliki corak seni yang beraneka ragam. Macam-macam pola ini meliputi; bentuk geometri, bentuk gambar binatang, tumbuhan dan manusia. Peninggalan nekara di Indonesia tersebar di berbagai daerah diantaranya:
  • Pulau Sumatra,
  • Pulau Jawa,
  • Pulau Bali,
  • Pulau Sumbawa,
  • Pulau Sangean,
  • Pulau Roti,
  • Pulau Kei, dan
  • Pulau Selayar.

Bejana Perunggu adalah peninggalan dari zaman perunggu yang berbentuk mirip periuk berguna untuk tempat menyimpan makanan. Bejana ini mempunyai pola seni yang berbentuk geometri dan cerita kehidupan pada zamannya. Bejana terdapat berbagai macam seperti bejana tempat nasi, bejana polos, bejana prasen dan lain-lainnya.

Arca Perunggu adalah karya seni dari peninggalan kebudayaan zaman perunggu yang berbentuk patung dan memiliki beragam bentuk, seperti orang menari, menaiki kuda, dan lain-lain. Penemuan arca perunggu tersebar di Indonesia meliputi; Palembang (Sumatra Selatan), Limbangan (Bogor), dan Bangkinang (Riau).

Perhiasan zaman perunggu merupakan kebudayaan yang memiliki beragam bentuk seperti gelang tangan, kalung, gelang kaki, bandul kalung, cincin ataupun manik-manik. Fungsi perhiasan sebagai alat hias, alat tukar dan sarana bagian dari upacara.

Moko merupakan alat tabuh peninggalan zaman perunggu yang berbentuk seperti drum pada bagian bawah dan atas tertutup rapat. Benda ini terbuat dari logam perunggu, yang berfungsi sebagai alat upacara religi, mas kawin dan alat tukar.

Candrasa adalah benda peninggalan kebudayaan perunggu yang berbentuk kapak dengan mata kapak memiliki sisinya panjang dan kedua ujungnya dengan lengkungan ke dalam. Kapak ini mempunyai motif geometris yang dikombinasikan dengan motif lengkung kecil. Fungsi kapak candrasa berfungsi sebagai perlengkapan saat upacara adat.

Kapak Corong adalah kapak berongga yang terbuat dari perunggu, bagian rongga tersebut berfungsi sebagai tempat menempatkan tangkai kayu untuk pegangan tangan. Kapak corong disebut juga sebagai kapak sepatu. Fungsi kapak corong untuk membelah dan sebagai bahan upacara ritual.

Demikian mengenai pengertian, fungsi dari zaman perunggu. Semoga dari blog ini menambah pengetahuanmu.
M.Nurul Huda Ngelmu iku kalakone kanthi laku (ilmu itu bisa dipahami harus dengan berbagai cara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel