15 Peninggalan, Pengertian dan Ciri-Ciri Zaman Megalitikum

Pengertian zaman megalitikum berasal dari bahasa Yunani kuno, arti pada mega (mégas) adalah besar dan litikum (λίθος) artinya batu. Zaman megalitikum disebut juga zaman batu besar yang merupakan sebuah kala peradaban manusia dengan menciptakan kebudayaan bercirikan struktur yang tersusun dari batu-batu besar. Zaman Megalitikum ditandai dengan penggunaan batu besar yang saling tumpang tindih tanpa adanya perekat seperti semen atau sejenisnya. Bentuk-bentuk megalitik (batu besar) pada umumnya ditemukan di berbagai tempat sebagai sarana pemujaan. Penemuan benda-benda ini membuktikan bahwa masih memeluk kepercayaan animisme.

menhir
contoh peninggalan megalitikum yaitu menhir

Hasil kebudayaan megalitikum di Indonesia sangat erat kaitannya dengan kepercayaan mengenai pemujaan nenek moyang. Monumen yang di bangun menjadi sebuah bentuk penghormatan bagi seorang yang telah mati. Pada zaman megalitikum fungsi bangunan batu sebagai lambang penghormatan dan tempat singgah dari seseorang yang telah mati.
Adapun ciri-ciri kebudayaan zaman megalitikum antara lain;
  1. Menganut kepercayaan animisme, dinamisme dan totemisme.
  2. Telah mengenal peternakan (budidaya) hewan.
  3. Kehidupan politik masih bersifat kesukuan.
  4. Semakin berkembangnya sistem dan praktik bercocok secara menetap.
  5. Semakin berkembangnya sistem sosial.
  6. Membuat bangunan atau monumen megalitik dari batu besar.
  7. Ketergantungan dengan alam.

Contoh peninggalan megalitikum di Indonesia

Megalitikum memiliki sejarah yang sangat panjang, terbentuknya kebudayaan manusia pada zaman dahulu merupakan cikal bakal teknologi pada masa sekarang. Peninggalan megalitikum tersebar berbagai penjuru Indonesia, yang meliputi:

1. Dolmen
Dolmen adalah suatu meja batu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sesaji untuk dipersembahkan kepada roh nenek moyang.
Lokasi penemuan dolmen di Indonesia antara lain; Sumberjaya (Lampung Barat), Batu cawang (Sumatera Selatan), daerah Pematang, Pulau Panggung (Lampung), Tanjung Ara (Aceh Timur), Pajar Bulan dan Tanjung Sakti (Sumatera Selatan), Nanding (Bengkulu), Gunung Megang (Muara Enim, Sumatera Selatan), Pagerdewa (Lampung Utara), Lampung Barat, Sumbawa dan di beberapa tempat lainnya.

2. Kubur Batu
Kubur batu adalah sebuah peti jenazah yang terbuat dari batu pipih dari hasil budaya megalitikum.
Adapun lokasi penemuan kubur batu di Indonesia yaitu; Pajar bulan/Tegurwangi (Sumatera Selatan), Jawa barat dan Nusa tenggara.

3. Sarkofagus
Sarkofagus disebut juga dengan tempat batu untuk menyimpan jenazah. Sakofagus berasal dari bahasa Yunani dari kata "sarx" yang artinya daging, dan "phagein" berarti memakan. Maksudnya dari uraian sarkofagus adalah menyimpan manusia.
Tempat ditemukannya arkofagus antara lain; Tapanuli, Sumba, Gunungkidul (Yogyakarta) dan sarkofagus di Tomok (Sumatera Utara).

4. Waruga
Waruga adalah makam dari leluhur suku Minahasa terbuat dari batu yang terdapat dua bagian (atas dan bawah), bagian atas sebagai atap berbentuk segitiga sedangkan bagian bawah berbentuk kotak dan terdapat ruangan berfungsi untuk menyimpan mayat leluhur.
Lokasi penemuan waruga yaitu di Minahasa (Sulawesi Utara).

5. Batu Lumpang atau Batu Berlubang
Batu Lumpang atau batu berlubang adalah sebuah struktur batu dan di tengah terdapat cekungan dari hasil kebudayaan megalitikum, berfungsi sebagai alat upacara pengagungan arwah leluhur dan digunakan alat dalam pembuatan makanan dari bahan-bahan tertentu untuk dipersembahkan ke leluhur.
Lokasi penemuan batu lumpang atau batu berlubang yaitu Situs Pasir Lulumpang di Garut, Jawa Barat dan Situs Patakan di Lamongan, Jawa Timur.

6. Batu Dakon
Batu dakon disebut juga batu congklak merupakan sebuah prasasti yang terbuat dari batu dan memiliki beberapa cekungan di permukaan bagian atasnya.
Lokasi penemuan batu dakon antara lain; Bogor (Jawa Barat) dan Purbalingga (Jawa Tengah).

7. Batu Kenong
Batu kenong adalah hasil dari kebudayaan megalitik yang berupa batu berbentuk silinder ataupun bulat dengan tonjolan dibagian atasnya. Benda ini mirip dengan musik gamelan kenong
Lokasi penemuan batu kenong yaitu; Bondowoso (Jawa Timur) dan Kreongan-Jember (Jawa Timur).

8. Punden Berundak
Punden berundak adalah struktur tata ruang bangunan terbuat dari batu yang berupa teras yang mengarah pada satu titik ke atas.
Lokasi penemuan punden berundak banyak tersebar di pulau Jawa.

9. Menhir
Menhir disebut juga batu berdiri yang berbentuk tugu batu dan diletakkan berdiri tegak diatas tanah.
Lokasi penemuan menhir di Indonesia sebagai berikut; Lahat (Sumatera Selatan).

Menurut R. Von Heine Geldern tradisi atau budaya megalitik masuk ke Indonesia dibagi dalam dua periode yaitu:
  • Megalitik Tua berlangsung sekitar 2500 sampai dengan 1500 SM dibawa oleh pendukung kebudayaan bercocok tanam.
  • Megalitik Muda yang berlangsung sekitar 1000 SM dibawa oleh pendukung kebudayaan Dongson.

Bentuk-bentuk kebudayaan megalitik di Indonesia erat kaitannya dengan kepercayaan nenek moyang. Upacara atau ritual kepercayaan terhadap suatu kekuatan tertentu menjadi bagian dari tradisi kebudayaan di zaman megalitikum.

Contoh peninggalan megalitikum di dunia

Peradaban zaman megalitikum memiliki kebudayaan berbeda-beda diberbagai negara. Struktur atau bentuk monumen bangunan megalitik disetiap wilayah menjadi ciri khas yang paling mendasar. Bangunan megalitikum dapat kokoh dan berdiri hingga sekarang karena memiliki struktur bebatuan yang keras dan kokoh. Faktor mendirikan bagunan di zaman megalitikum sebagi tempat penguburan kaum elit, pemakaman masal, tempat pertemuan, sarana pemujaan dan penanda wilayah.

peninggalan megalitikum
contoh peninggalan megalitikum yang tersebar di dunia

Megalitikum artinya zaman batu besar, kata ini digunakan untuk merujuk struktur kumpulan batu batu yang berukuran besar dari buatan manusia. Pada monumen megalitikum yang dibangun sekitar 6000 hingga 4000 tahun yang lalu, selama zaman perungu.
Berikut peninggalan zaman megalitikum diantaranya;

10. Cairns
Cairns adalah gundukan bebatuan atau tanah yang menumpuk membentuk seperti bukit sebagai tempat pemujaan atau pemakaman.
Tempat : Priddy Nine Barrows, Silbury Hill & Maeve's Cairn di Inggris, Cairn of Gavrinis di Perancis, Maikop di Rusia, Niya di Cina dan Serpent Mound di Amerika Serikat.

11. Cromlech
Cromlech, obelisk dan menhir (disebut juga batu berdiri yang besar)
Tempat : Drizzlecombe di Inggris, Morbihan Coast of France dan Axum di Ethiopia.

12. Woodhenges
Woodhenges adalah sebuah monumen yang membentuk lingkaran konsentris dari tiang kayu.
Tempat : Stanton Drew dan Woodhenge di Inggris dan Cahokia Mounds di Amerika Serikat.

13. Cycloliths
Lingkaran batu / cycloliths adalah monumen bundar yang terbuat dari batu yang berdiri bebas.
Tempat : Yellowmeade, Stonehenge, Rollright Stones, Moel Ty Uchaf, Labbacallee, Cairn Holy, Cincin Brodgar, Stones of Stenness - semuanya di Inggris.

14. Quoits
Quoits (dua lempengan batu atau lebih batu sebagai tempat pemakaman).
Tempat : Chun Quoit, Spinsters Rock, Llech Y Tripedd - semuanya di Inggris.

15. Fogou
Fogou adalah lorong bawah tanah dengan dinding batu.
Tempat : Pendeen Van Fogou dan Tinkinswood di Inggris.

Perbedaan peninggalan megalitikum antara Indonesia dengan negara lain yaitu struktur bebatuan dan bentuk seni megalitik. Kesamaan megalitik di dunia adalah sama-sama sebagai tempat pemujaan dan tempat pemakaman.
Manusia pendukung dari zaman megalitikum didominasi oleh homo sapiens yang merupakan nenek moyang kita. Hasil budaya megalitikum adalah kebudayaan bangunan atau monumen yang terbuat dari batu.
M.Nurul Huda Ngelmu iku kalakone kanthi laku (ilmu itu bisa dipahami harus dengan berbagai cara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel